Senin, 14 Juni 2010

manajemen operasi

MANAJEMEN OPERASI
 Manajemen operasional bertanggung jawab untuk memproduksi barang dan jasa dalam organisasi.
 Manajemen operasional adalah studi tentang pengambilan keputusan dalam fungsi operasi.

Pada definisi diatas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan :

 Fungsi, Manajer operasi bertanggung jawab untuk mengelola departemen atau fungsi dalam organisasi yang memproduksi barang dan jasa
 Sistem, Mengacu pada sistem transformasi yang memproduksi barang atau jasa. Termasuk didalamnya adalah membuat rancangan dan analisis operasi
 Keputusan, Menyatakan pengambilan keputusan sebagai unsur penting dalam manajemen opersional.
Ada tiga pengertian yang penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan manajemen operasional, yaitu fungsi manajemen operasional, system manajemen operasional, dan keputusan di dalam manajemen operasional.
Pertama; manajemen operasional yang dapat dinyatakan, bahwa manajer operasionla bertanggung jawab untuk mengelola bagian atau fungsi di dalam organisasi yang menghasilkan barang dan jasa.
Kedua; mengenai system yang berkaitan dengan perumusan sistem transformasi yang menghasilkan barang dan jasa.
Ketiga; merupakan unsur terpenting didalam manajemen operasional, yaitu pengambilan keputusan, khususnya keputusan yang tidak terprogran dan berisiko.
Selanjutnya ada empat fungsi penting dalam manajemen operasional, yaitu:
1. Proses pengolahan, yang menyangkut metode dan teknik yang digunakan untuk pengolahan faktor masukan.
2. Jasa-jasa penunjang, yang merupakan sarana pengorganisasian yang perlu dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
3. Perencanaan, yang merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan operasional yang akan dilakukan dalam suatu kurun waktu atau periode tertentu.
4. Pengendalian dan pengawasan, yang merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, sehingga maksud dan tujuan penggunaan dan pengolahan masukan yang secara nyata dapat dilaksanakan.
Proses pengolahan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan peralatan, sehingga masukan atau input dapat diolah menjadi keluaran atau outputs yang berupa barang atau jasa, yang pada akhirnya dapat dijual kepada pelanggan, untuk memungkinkan organisasi memperoleh hasil keuntungan yang diharapkan.
Manajemen operasi meliputi sejumlah aktivitas. Perubahan bentuk bahan dan sumber daya lain menjadi barang dan jasa merupakan bagian dari manajemen operasi. Tujuan perubahan sumber daya menjadi barang dan jasa ini adalah untuk memberikan utilitas kepada konsumen. Utilitas ialah kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan manusia. Meskipun terdapat empat macam utilitas yang meliputi bentuk, tempat, waktu, dan kepemilikan, manajemen operasi dan produksi berfokus pada penciptaan utilitas bentuk. Utilitas bentuk diciptakan dengan mengubah hasil produksi menjadi produk akhir siap pakai. Pengawasan utilitas produk juga merupakan pertanggungjawaban manajer operasi yang tidak dapat diabaikan. Barang atau jasa yang diproduksi dengan kualitas rendah akan menurunkan minat konsumen.
Pengelolaan persediaan merupakan tanggung jawab lain manajer operasi. Setiap bagian yang disimpan umtuk digunakan pada waktu yang akan datang harus dibiayai. Dana yang dikeluarkan untuk pembiayaan ini akan menjadi dasar penetapan harga produk. Perencanaan operasi merupakan langkah lanjut dalam proses manajemen operasi. Perencanaan operasi meliputi dua tahapan penting, yaitu :
1. Perencanaaan Desain
Perencanaan desain adalah pengembangan rencana untuk mengubah suatu ide produk menjadi komoditas nyata yang siap untuk dipasarkan. Rencana ini harus dikembangkan sebelum fasilitas produksi diperlukan atau disesuaikan. Keputusan yang terlibat dalam perencanaan desain berhubungan dengan jajaran produk, kapasitas, teknologi, fasilitas dan sumber daya manusia.
a. Jajaran produk
Jajaran produk ialah sekelompok produk yang sama yang hanya sedikit berbeda dalam karakteristrik. Selama tahap perencanaan desain, personel operasi harus menentukan berapa banyak variasi produk yang akan dibuat. Sebuah perusahaan sepatu, misalnya, perlu menetapkan berapa banyak variasi model yang akan di produksi, pilihan terbanyak yang akan ditawarkan, dan sebagainya. Hal penting dalam penetapan produk adalah keseimbangan preferensi konsumen dan persyaratan produk. Di samping itu, faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah identifikasi alternatif kombinasi produk yang paling efektif. Oleh karena itu manajer pemasaran berperan penting dalam pengambilan keputusan jajaran produk.
Setiap produk yang berbeda dalam jajaran produk harus di desain. Desain produk ialah proses penciptaan serangkaian spesifikasi produk sebelum produk tersebut dibuat. Desain untuk produk harus dilakukan dengan cermat dan sempurna.
b. Kapasitas yang diperlukan
Kapasitas fasilitas produksi ialah jumlah bahan mentah yang dapat di proses oleh fasilitas produksi, atau jumlah produk yang dapat dihasilkan dalam waktu yang ditetapkan. Kapasitas pabrik sepatu, misalnya, mungkin mencapai 500.000 pasang sepatu per tahun. Manajer operasi, bekerja sama dengan manajer pemasaran perusahaan, harus menetapkan kapasitas yang diperlukan. Ketetapan ini merupakan ukuran kapasitas fasilitas produksi. Perencanaan kapasitas merupakan aktivitas penting. Jika fasilitas dibangun dengan kapasitas yang terlalu besar, sumber daya yang mahal [pabrik, peralatan, dan uang] mungkin tidak termanfaatkan. Jika fasilitas menawarkan kapasitas yang kurang memadai, perusahaan harus membangunnya di kemudian hari dengan biaya yang lebih mahal.
c. Teknologi
Teknologi ialah proses yang digunakan untuk mengubah sumber daya menjadi produk yang berciri tertentu. Selama tahap perencanaan desain, personel operasi harus menetapkan spesifikasi setiap rincian proses yang akan diterapkan. Keputusan umum yang diambil oleh manajer operasi modern pada umumnya adalah tingkat penetapan tingkat otomasi, termasuk robot industri, dibaurkan dengan sumber daya manusia. Disini terjadi trade-off antara biaya awal yang tinggi dan biaya operasi yang rendah [untuk otomasi] dan biaya awal yang rendah dan biaya operasi yang tinggi [untuk sumber daya manusia]. Meskipun demikian pada kenyataannya keputusan tersebut ditentukan oleh tekonologi yang tersedia. Teknologi tenaga kerja intensif merupakan tekinik yang mengharuskan tenaga kerja melakukan yang terbaik pada pekerjaan mereka. Tenaga kerja pada perusahaan jasa kebersihan [cleaning service] dapat dikemukakan sebagai contoh tenaga kerja intensif.
d. Fasilitas
Sejumlah keputusan perencanaan desain yang sangat kompleks berhubungan dengan fasilitas yang digunakan dalam pembuatan produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Keputusan umum dalam hal ini meliputi jumlah fasilitas yang digunakan, lokasi dan tata letaknya.
Pada umumnya perusahaan yang memasarkan berbagai macam produk berpendapat lebih ekonomis untuk memiliki sejumlah fasilitas yang lebih kecil. Perusahaan yang hanya memproduksi sedikit cenderung untuk memiliki fasilitas yang lebih sedikit tetapi berkemampuan besar. Dalam menetapkan lokasi fasilitas produksi, manajer operasi perlu mempertimbangkan beberapa variable, meliputi :
1) Lokasi geografis pemasok suku cadang dan bahan mentah
2) Lokasi pasar untuk barang dan jasa
3) Biaya transportasi dari pemasok dan ke berbagai pasar
4) Ketersediaan tenaga kerja baik yang berketerampilan maupun yang tidak di berbagai wilayah geografis
5) Persyaratan khusus teknologi yang digunakan, seperti jumlah energi atau air
Tata letak pabrik, yang merupakan susunan mesin, peralatan, dan personil dalam fasilitas tersebut, harus ditetapkan. Proses tata letak diterapkan ketika rangkaian operasi yang berbeda diperlukan untuk membuat sejumlah kecil produk yang berbeda. Pabrik ditata agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan di tempat tertentu, dan pekerjaan bergerak dari satu tempat ke tempat lain untuk menyesuaikan rangkaian dalam operasi. Bengkel mobil dapat dikemukakan sebagai contoh tata letak. Berbagai pekerjaan mungkin berupa reparasi mesin, pekerjaan badan mobil, penyesuaian roda, dan pemeriksaan keselamatan dan kenyamanan. Masing-masing pekerjaan dikerjakan di tempat yang berbeda. Mobil tertentu hanya “mendatangi” tempat pekerjaan yang diperlukan.
e. Sumber daya manusia
Dalam berbagai hal, sumber daya manusia lebih merupakan tanggung jawab manajer sumber daya manusia daripada manajer operasi. Meskipun demikian keduanya harus bekerja sama pada tahap perencanaan desain. Beberapa aktivitas perencanaan desain mempengaruhi pekerjaan manajer sumber daya manusia. Misalnya, teknologi andal yang memerlukan keterampilan khusus diperlukan. Perusahaan harus merekrut karyawan dengan keteranpilan yang sesuai, atau mengembangkan program pelatihan, atau menerapkan keduanya. Lebih dari itu, tergantung pada penempatan fasilitas, tatanan mungkin harus dibuat untuk memindahkan karyawan terampil ke tempat baru atau melatih karyawan setempat. Manajer sumber daya manusia juga mendapatkan informasi berharga tentang ketersediaan karyawan terampil di berbagai bidang, tingkat upah, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi pemilihan teknologi dan lokasi.
2. Perencanaan Operasional
Setelah proses dan fasilitas produksi ditetapkan, personel operasi harus merencanakan penggunaannya. Perencanaan operasional ialah pengembangan rencana untuk menggunakan fasilitas produksi dan sumber daya. Berbeda dengan perencanaan desain yang hanya dilakukan satu kali, rencana operasional dikembangkan secara berkala untu setiap fasilitas. Tujuan perencanaan operasional ialah menetapkan tingkat produk untuk fasilitas. Untuk itu diperlukan empat tahapan, meliputi memilih perspektif perencanaan, memperkirakan permintaan pasar, membandingkan permintaan dan kapasitas, dan menyesuaiakan hasil dengan permintaan.
a. Memilih perspektif perencanaan
Perspektif perencanaan adalah masa berlakunya suatu perencanaan. Masa berlaku suatu perencanaan pada umumnya satu tahun. Personel operasi merencanakan hasil produksi setahun lebih awal. Sebelum setiap tahun berakhir, mereka merencanakan operasi tahun berikutnya.
Perspektif perencanaan satu tahun pada umumnya cukup lama untuk peningkatan dan penurunan rata-rata dalam penjualan musiman. Pada waktu yang sama, cukup singkat bagi perencana untuk menyesuaikan hasil guna mengakomodasi trend penjualan jangka panjang. Bagi perusahaan yang bekerja dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat dapat memperoleh perspektif yang lebih singkat untuk mempertahankan perencanaan operasional yang tengah diselenggarakan.
b. Estimasi permintaan pasar
Permintaan pasar untuk suatu produk ialah jumlah yang diinginkan oleh konsumen pada tingkat harga yang berlaku. Jumlah harus diestimasikan selama jangka waktu yang tercakup dalam perspektif perencanaan. Perkiraan dan proyeksi penjualan yang dikembangkan oleh manajer pemasaran merupakan dasar untuk estimasi permintaan pasar.
c. Membandingkan permintaan dan kapasitas
Tahap ketiga dalam perencanaan operasional ialah membandingkan permintaan yang terproyeksikan dengan kapasitas fasilitas untuk memenuhi permintaan. Permintaan dan kapasitas harus dibandingkan selama jangka waktu yang sama. Satu di anatara tiga produk mungkin dapat dihasilkan : permintaan dapat melebihi kapasitas dan kapasitas dapat melebihi permintaan, atau kapasitas dan permintaan sama. Jika permintaan setara dengan kapasitas, fasilitas harus dioperasikan dengan kapasitas penuh. Tetapi jika permintaan pasar dan kapasitas tidak berimbang maka diperlukan penyesuaian.
d. Penyesuaian hasil dengan permintaan
Ketika permintaan pasar melebihi kapasitas, perusahaan dapat memilih dari beberapa alternatif yang ada. Hasil dapat ditingkatkan [untuk menyesuaikan permintaan] dengan mengoperasikan fasilitas melebihi waktu yang ditetapkan dengan sistem lembur dengan pergantian karyawan pada jam yang telah ditetapkan. Jika kelebihan permintaan memiliki kemungkinan untuk berlaku permanen maka perusahaaan dapat menambah fasilitas.
Ketika permintaan pasar berkurang, perusahaan dapat memilih beberapa alternatif. Untuk mengurangi produk, karyawan dapat dikurangi dan sebagian fasilitas tidak dioperasikan atau mengoperasikan fasilitas dalam durasi waktu yang lebih singkat. Untuk melakukan penyesuaian dengan penurunan permintaan yang berlangsung tetap, manajemen dapat mengalihkan kapasitas yang berlebih ke produk yang lain. Penyesuaian yang paling ekstrem dapat dilakukan dengan menghapuskan kelebihan kapasitas dengan menjual fasilitas yang tidak diperlukan.
Tujuan pengoperasian sistem di dalam manajemen operasi secara umum adalah dengan kreatifitas yang tinggi dapat menciptakan pertambahan nilai pada outputs yang diberikan bagi konsumen melalui pemanfaatan bagian-bagian dari input, serta melakukan inspeksi yang akurat pada proses konversi.
 Proses konversi berbeda-beda dari industri yang satu dengan industri lainnya, tetapi hal ini merupakan kejadian ekonomi yang terdapat dalam setiap industri
 Transformasi sumber daya menjadi barang maupun jasa dikenal dengan proses produksi
 Tujuan umum dari semua sistem operasi adalah untuk menciptakan added value, sehingga keluarannya lebih berharga bagi konsumen
 Proses konversi dapat menciptakan manfaat yang berbeda :
 Manfaat dasar (primary utility)
 Manfaat bentuk (form utility)
 Manfaat waktu (time utility)
 Manfaat tempat (place utility)
 Manfaat milik (ownership utility)

Operasional Manufaktur dan Jasa
Sistem operasional manufaktur ada dua macam system yang sering digunakan, yaitu:
• Sistem seri, dimana dua atau lebih sistem dijadikan menjadi sistem yang lebih besar yang saling berhubungan dan memiliki masing-masing ketergantungan.
• Sistem paralel, dimana perusahaan memproduksi barang-barang yang serupa tetapi dilakukan pada manufaktur yang berlainan tempat, namun dalam saat pengerjaan yang sama, sehingga diproduksi dalam jumlah yang besar.
Sedangkan proses konversi di dalam pelaksanaan sistem operasional terdapat tiga jenis proses konversi, yaitu:
 Prose konversi yang kontinu, di mana peralatan konversi yang digunakan disusun dan diatur dengan memperhatikan urutan-urutan kegiatan dalam menghasilkan produk tertentu, serta arus bahan di dalam proses telah di standardisir.
 Proses konversi yang terputus-putus, di mana kegiatan produksi dilakukan tidak terstandarisasi, tetapi didasarkan produk yang dikerjakan, sehingga peraatan produksi yang digunakan disusun dan diatur lebih bersifat fleksibel untuk dapat dipergunakan pada proses konversi di dalam menghasilkan berbagai produk dan berbagai ukuran.
 Proses konversi yang bersifat proyek, di mana kegiatan produksi dilakukan pada tempat dan waktu yang berbeda-beda, sehingga peralatan produksi yang digunakan ditempatkan di lokasi proyek dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan.
Sostem konversi di dalam operasional jasa dapat dilihat pada gambar berikut ini. Di mana sistem operasional dilihat pada beberapa organisasi atau perusahaan, seperti hotel, restoran, rumah sakit, bank, penerbangan, jasa pendidikan universitas.
Sistem operasional usaha jasa
Operasional Masukan [inputs] Keluaran [outputs]
Hotel Resepsionis, bell boy, laundry, staf, peralatan, perlengkapan & energi. Jasa penginapan, layanan menyenangkan, kepuasan layanan laundry, transport.
Restoran Juru masak, penerima tamu, bahan makanan, peralatan. Makanan, layanan yang menyenangkan, kepuasan.
Rumah sakit Dokter, perawat, staf, peralatan, perlengkapan. Jasa pelayanan kesehatan, dan kesehatan pasien.
Bank Teller, staf, peralatan komputer dan sistem up to date, dan energi. Pelayanan jasa keuangan [loans, deposito, safe keeping]
Penerbangan Pesawat, perlengkapan pilot, pelayanan penerbangan, perawatan, tenaga kerja dan energi. Transportasi udara dari satu lokasi ke lokasi lain.
Universitas Fakultas, staf pengajar, staf administrasi keuangan, peralatan, perlengkapan, energi dan ilmiah. Mahasiswa yang dididik, penelitian, pengabdian pada masyarakat.

Usaha jasa [services], faktor masukan [inputs factor] pada umumnya merupakan keahlian, kemampuan, dilengkapi dengan peralatan yang memiliki teknologi yang sesuai di dalam melakukan proses konversi, sehingga keluaran merupakan jasa atau pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggannya. Sistem di dalam perusahaan terdiri dari bermacam-macam subsistem yang fungsinya dapat dibedakan sebagai berikut:
 Sistem perumusan Kebijakan
Fungsi dari system ini adalah menyelaraskan kebijakan organisasi perusahaan yang mendasar dan menyeluruh melalui proses analisis informasi dan pengelolaan yang mencerminkan keadaan perusahaan dan lingkungan sekarang ini serta keadaan yang akan datang, bagi pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan jangka pendek dan jangka panjang.
 Sistem penegendalian mutu
Fungsi utama dari sistem pengendalian ini adalah merubah dan mentransformasi dasar pengukuran, pengevaluasian dan pemantauan terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijakan, strategi dan program perencanaan, serta sekaligus memberikan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk memperbaiki atau koreksi agar tujuan dan sasaran yang direncanakan dapat dicapai.
Hubungan subsisten operasional dengan
Subsistem organisasi lainnya di dalam perusahaan



Informasi terkait
Arus Informasi


Informasi Umpan Balik
Informasi Pengendalian


Informasi Kinerja
Informasi Pengendalian

Kegiatan
Penjualan, Bahan Produk/ Informasi
Pemasaran Unsur Jasa Sangat Informasi
dan promosi. Pokok Umum Pesanan





 Sistem Pengorganisasian Antara
Berfungsi sebagai sistem untuk memberikan dukungan pelayanan yang dibutuhkan oleh subsistem yang terdapat dalam organisasi perusahaan atau sekaligus mendukung system organisasi perusahaan. Dukungan pelayanan yang terkait dengan fungsi dari system ini termasuk pengendalian, pelimpahan wewenang, penyampaian saran keputusan, serta dukungan pelayanan lain.
Ramalan [Forecasting]
Semua manajer selalu berkeinginan untuk dapat mengestimasi atau memperkirakan berapa besar permintaan jangka panjang serta estimasi permintaan jangka pendek untuk masing-masing produk.
Kebutuhan prakiraan dalam manajemen operasional
Jenis keputusan Informasi yang
Mewakili kebutuhan

Keputusan-keputusan Permintaan akan
perencanaan jangka item-item tertentu
pendek
Permintaan
rata-rata

Keputusan-keputusan Strategi-strategi
perencanaan jangka dan peralatan,
panjang alat pembantu
Sekarang 5 tahun lagi

Pada umumnya, untuk menentukan atau merencanakan kuantitas hasil yang akan diproduksi sangat ditentukan oleh besarnya permintaan akan suatu produk. Setiap perusahaan akan selalu memperkirakan atau meramalkan kuantitas permintaan dari suatu produk. Sistem operasional yang merupakan bagian system organisasi harus melakukan langkah-langkah perkiraan berdasrkan informasi tentang permintaan yang diperoleh.
Manajemen Sistem Operasional
Sistem manjemen operasional merupakan keterkaitan kumpulan sasaran kualitas di dalam organisasi yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Model manajemen di dalam organisasi dikenal memilki subsistem atau sbkomponen, yang ada di dalam organisasi. Di dalam bisnis sangat dibutuhkan keuangan yang kuat, pemasaran, personalia, engineering, pembelian, dan distribusi fisik yang membantu system operasional.
Definisi Manajemen Operasional
Manajemen operasional didefinisikan sebagai manjemen proses konversi, dengan bantuan fasilitas seperti; tanah, tenaga kerja, modal, dan manajemen masukan yang diubah menjadi keluaran yang diinginkan, berupa barang atau jasa. Di mana manajer dapat melakukannya dengan pendekatan classical,behavioral, dan model-model yang dianalisis dengan ilmu manajemen.
Peran Strategis Manajemen Operasional
Peran strategis manajemen operasional sangat ditentukan kondisi ekonomi dan aspek tekonologi di dalam proses konversi yang paling mendasar harus diperhatikan. Sudah menjadi fakta pada banyak perusahaan yang paling banyak menjadi masalah adalah faktor ekonomi dan efisiensi dari proses konversi operasional, tetapi masalah ini hanya merupakan faktor kedua dari keseluruhan sasaran yang ada di dalam suatu organisasi, sasaran utama adalah permasalahan yang berhubungan dengan kebutuhan pasar.
Sasaran Operasional
Sasaran dari semua subsistem operasional adalah membuat kapasitas konversi berdasarkan sasaran dan strategi organisasi. Di mana bagian dari sasaran operasional, penetapan spesifikasinya diikuti dengan:
1. produk atau layanan yang memiliki karakter tersendiri
2. proses yang memiliki karakter khusus
3. kualitas produk atau layanan
4. efisiensi
a. efektivitas karyawan yang berhubunagn dengan pengendalian biaya SDM
b. pengendalian biaya bahan
c. pengendalian biaya atas penggunaan fasilitas
5. skedul pelayanan pelanggan
a. jumlah produksi yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan
b. menyesuaikan tanggal kebutuhan pengiriman dengan produk dan layanan
6. adaptasi kebutuhan dan pertumbuhan masa depan
Pengembangan strategi dan implementasinya dapat dilakukan dengan SWOT Analysis yang merupakan analisis terhadap: Keunggulan [Strength], Kelemahan [Weakneses], Peluang [Opportunity], dan Ancaman [Threats]. Kenggulan dan kelemahan organisasi dapat dianalisis scara internal organisasi, sedangkan peluang dan ancaman merupakan analisis eksternal organisasi.
Hasil analisis internal untuk mengetahui keunggulan yang ada dapat dimanfaatkan dengan mengombinasikan peluang yang ada secara eksternal organisasi, misalnya dengan mengadakan perluasan segmen pasar dengan cara holding company, afiliasi [expantion]. Sedangkan kelemahan yang ada di internal organisasi harus cepat diantisipasi menghadapi ancaman dari eksternal organisasi. Analisis SWOT dapat dipergunakan untuk menyusun strategi organisasi di dalam menentukan kapasitas operasional, manjemen sumber dana, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas operasional.
Manajemen Operasional Menghadapi Lingkungan Global
Tidak semua negara dapat bergeser dari industralisasi ke manufaktur dan jasa atau layanan, karena banyak perekonomian negara-negara yang belum masuk ke era industralisasi. Selain Amerika Serikat, Lingkar Fasifik, Amerika Utara, dan Eropa Barat, di luar itu terjadi kesenjangan permintaan karena produksi yang terbatas. Beberapa negar miskin tidak mampu memproduksi secara efisien dan lainnya tidak dapat bersaing pada tingkat perekonomian dunia. Salah satu regional yang memasuki masa transisi adalah Eropa Timur, yang merupakan pangsa pasar yang potensial untuk memasarkan produk atau layanan, karena kenyataannya semua negara dengan kultur sosialis masih dalam tahap transisi untuk memasuki tahap industralisasi dan globalisasi. Disisi lain, dapat dilihat bahwa walau sama-sam negara kapitalis yang demokratik, seperti Canada dan Amerika adalah sangat berbeda. Dari lingkungan ini dapat dilihat bahwa peran manajemen operasional sangat ditentukan faktor lingkungan negara masing-masing, walaupun lingkungan eksternal yang sam dirumuskan dengan globalisasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar